Kembali ke Daftar Artikel
PendidikanRabu, 4 Februari 2026

Strategi Personalized Learning: KKN Rekognisi Kelompok 401 Dampingi Anak Asuh Taklukkan Rumitnya Matematika dan Sains

Matematika dan Sains sering kali dianggap momok karena konsepnya yang abstrak. Menyadari kebutuhan setiap anak berbeda, KKN Rekognisi Kelompok 401 menerapkan strategi Personalized Learning (pendampingan personal) di Panti Asuhan Amanah. Melalui pendekatan intensif ini, kesulitan belajar spesifik—mulai dari logika Angka Romawi hingga prinsip Fisika Katrol—berhasil diatasi, mengubah ketakutan akademik menjadi kepercayaan diri.

Bagikan:
Strategi Personalized Learning: KKN Rekognisi Kelompok 401 Dampingi Anak Asuh Taklukkan Rumitnya Matematika dan Sains

PALEMBANG – Kesulitan belajar yang dialami siswa sekolah dasar sering kali bersumber dari kesenjangan antara metode pengajaran klasikal di sekolah dengan kecepatan pemahaman individu anak. Hal ini kerap terjadi pada mata pelajaran eksakta seperti Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Merespons dinamika tersebut, Mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 401 UIN Raden Fatah Palembang mengimplementasikan program pendampingan akademik berbasis Personalized Learning di Panti Asuhan Amanah.

Program ini tidak sekadar membantu mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR), melainkan mendiagnosis kesulitan spesifik yang dihadapi anak asuh dan memberikan intervensi pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar mereka.


Menbedah Logika Angka Romawi


Deskripsi gambar
Klik untuk memperbesar
Suasana pendampingan belajar privat (one-on-one) oleh mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 401 guna memastikan pemahaman mendalam anak asuh terhadap materi pelajaran.

Salah satu keberhasilan signifikan tercatat pada sesi pendampingan Matematika, Rabu (4/2/2026). Tim KKN menemukan bahwa beberapa anak asuh kesulitan memahami konsep konversi Angka Romawi, terutama untuk angka-angka besar .

Melalui bimbingan privat (one-on-one), mahasiswa KKN membedah logika dasar simbol Romawi (I, V, X, L, C, D, M) serta aturan pengurangan dan penjumlahan yang menyertainya. Pendekatan personal ini membuahkan hasil nyata. Anak asuh yang sebelumnya bingung membedakan simbol, kini mampu menuliskan konversi angka kompleks seperti 40 (XL), 90 (XC), hingga 900 (CM) dengan tepat dan percaya diri .


Visualisasi Konsep Fisika


Deskripsi gambar
Klik untuk memperbesar
Suasana pendampingan belajar privat (one-on-one) oleh mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 401 guna memastikan pemahaman mendalam anak asuh terhadap materi pelajaran.

Pendekatan serupa juga diterapkan pada mata pelajaran Sains (IPA Fisika) pada Rabu (28/1/2026). Materi Pesawat Sederhana, khususnya prinsip kerja katrol dan tuas, sering kali sulit dipahami jika hanya mengandalkan teks buku .

Dalam sesi ini, KKN Rekognisi Kelompok 401 mengajak anak-anak memvisualisasikan mekanisme kerja alat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi interaktif dibangun untuk memahamkan bagaimana katrol majemuk dapat meringankan beban manusia. Hasilnya, anak-anak tidak hanya mampu menjawab soal teori, tetapi juga memahami aplikasi konsep fisika tersebut secara kontekstual .


Dampak Psikologis

Strategi Personalized Learning yang diusung oleh KKN Rekognisi Kelompok 401 terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri akademik anak asuh. Dengan perhatian penuh yang diberikan mentor, anak-anak merasa didengar dan didukung, sehingga hambatan psikologis dalam mempelajari pelajaran sulit dapat teratasi.

#KKNRekognisi #Kelompok401 #PersonalizedLearning #MatematikaSD #Sains #UINRadenFatah #BimbinganBelajar

Kategori:Pendidikan
Bagikan:

Artikel Terkait