Kembali ke Daftar Artikel
PendidikanSenin, 19 Januari 2026

Sinergi Logika dan Etika: Implementasi Jarimatika serta Internalisasi Adab Harian

Hari Senin di Panti Asuhan Amanah dibuka dengan semangat baru! Hari ini kami memadukan dua hal penting: memperhalus adab harian dan mengubah cara pandang adik-adik terhadap pelajaran matematika yang sering dianggap "momok". Berikut keseruan kami hari ini:

Bagikan:
Sinergi Logika dan Etika: Implementasi Jarimatika serta Internalisasi Adab Harian

Pendidikan yang utuh tidak hanya berbicara tentang seberapa tajam akal berpikir, tetapi juga seberapa halus budi pekerti. Pada hari keempat pengabdian kami di Panti Asuhan Amanah, kami berupaya mengintegrasikan kedua elemen vital tersebut. Hari ini bukan sekadar tentang transfer ilmu, melainkan sebuah ikhtiar untuk menyeimbangkan hard skill melalui logika matematika dan soft skill melalui penanaman adab harian. Sebuah sinergi untuk mencetak generasi yang cerdas sekaligus beradab.


1. šŸ•Œ Misi Adab: Lebih dari Sekadar Hafalan

Gambar artikel
Klik untuk memperbesar
Deskripsi gambar
Klik untuk memperbesar
Bukan cuma soal hafal, tapi soal adab. 🤲 Momen khusyuk


Kami memulai kegiatan dengan Pembinaan Akhlak Islami, fokus utamanya adalah hal sederhana namun fundamental: Doa Masuk & Keluar Kamar Mandi. Sesi hari ini kami dedikasikan penuh untuk pengajaran dan pemahaman makna. Kami menjelaskan perlahan lafaz doanya, serta menekankan adab penting yang menyertainya: mendahulukan kaki kiri saat masuk, dan kaki kanan saat keluar.

Meskipun belum masuk sesi setoran hafalan, antusiasme adik-adik untuk mencoba melafalkan bersama-sama sangat tinggi! Tantangannya justru menjaga fokus mereka agar benar-benar memahami arti dan urutan kakinya, bukan sekadar ikut-ikutan bersuara keras. Kami ingin memastikan pondasi pemahamannya kuat dulu, baru nanti kita uji hafalannya.


2. šŸ–ļø Jarimatika: Sulap Jari Jadi Kalkulator

Gambar artikel
Klik untuk memperbesar
Deskripsi gambar
Klik untuk memperbesar
Selamat tinggal hafalan mati! šŸ–ļøāœØ Dengan metode Jarimatika, perkalian 6-10 ternyata bisa diselesaikan cuma modal jari tangan.

Sesi kedua adalah yang paling mengejutkan. Kami masuk ke Pendampingan Belajar Matematika dengan jurus andalan: Metode Jarimatika untuk perkalian. Awalnya banyak yang ragu, tapi begitu mereka tahu trik perkalian 6 sampai 10 bisa dihitung pakai jari tanpa perlu pusing menghafal, mata mereka langsung berbinar dan antusiasme belajar meningkat pesat.

Progresnya luar biasa, mereka jadi lebih paham konsep dasar perkalian. Memang ada kendala kecil, beberapa adik yang masih kecil (kelas SD bawah) jari-jarinya masih agak "kaku" alias kesulitan koordinasi saat simulasi hitungan. Namun, kami segera memberikan latihan soal tertulis untuk menguji kecepatan berhitung mereka.

šŸ“ Catatan Hari Ini: Hari ini adalah tentang menanam benih. Benih adab yang mulai dikenalkan, dan benih logika matematika yang mulai ditumbuhkan. Besok, kita akan lihat benih-benih ini mulai berbuah saat sesi praktik hafalan dimulai! šŸ’Ŗ


Kategori:Pendidikan
Bagikan: