PALEMBANG – Pendidikan karakter (akhlak) memegang peranan sentral dalam pembinaan anak asuh di panti asuhan. Namun, tantangan terbesar dalam penyampaian materi akhlak adalah metode yang monoton. Sering kali, kisah-kisah teladan hanya disampaikan melalui ceramah satu arah yang membuat anak jenuh.
Menyikapi hal tersebut, Mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 401 UIN Raden Fatah Palembang menerapkan inovasi pembelajaran melalui pendekatan Visual Storytelling (bercerita secara visual). Program ini dilaksanakan secara berkala di Panti Asuhan Amanah, dengan fokus menayangkan film animasi kisah para Nabi sebagai medium utama transfer nilai.
Transformasi dari "Mendengar" menjadi "Menyaksikan"
Metode Visual Storytelling dipilih karena kemampuannya menyentuh aspek kognitif dan afektif anak secara bersamaan. Melalui visualisasi animasi, konsep-konsep abstrak seperti "sabar", "taat", dan "iman" menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh nalar anak-anak.
Implementasi metode ini terlihat pada penayangan kisah Nabi Nuh A.S. pada Kamis (29/1/2026). Dalam sesi tersebut, anak-anak tidak hanya mendengar cerita tentang banjir besar, tetapi menyaksikan visualisasi perjuangan Nabi Nuh membuat bahtera di tengah cemoohan kaumnya. Adegan banjir besar menjadi peringatan visual yang kuat bagi anak-anak tentang konsekuensi dari pembangkangan terhadap perintah Allah dan orang tua.

Meneladani Kesabaran Nabi Ibrahim
Program berlanjut pada Selasa (10/2/2026) dengan mengangkat kisah Nabi Ibrahim A.S.. Kisah ini dipilih untuk menanamkan nilai bakti (birrul walidain) dan keteguhan hati.
Berbeda dengan sesi menonton biasa, tim KKN Rekognisi Kelompok 401 menyisipkan sesi diskusi interaktif di akhir penayangan. Anak-anak diajak membedah hikmah di balik peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim yang tidak mempan oleh api. Metode ini terbukti efektif memancing nalar kritis anak asuh.

Evaluasi Melalui Kuis Interaktif

Untuk mengukur efektivitas penyerapan materi, kegiatan ditutup dengan Kuis Interaktif. Berdasarkan observasi lapangan, antusiasme peserta sangat tinggi. Anak-anak berlomba menjawab pertanyaan seputar sejarah nabi, membuktikan bahwa mereka menyimak jalan cerita dengan seksama hingga akhir.
"Metode ini membuat anak-anak yang biasanya mengantuk saat ceramah, menjadi kembali bersemangat. Mereka belajar agama tanpa merasa digurui," ungkap salah satu anggota KKN Kelompok 401.
Melalui program ini, KKN Rekognisi Kelompok 401 berharap kisah-kisah Nabi tidak lagi dianggap sekadar dongeng pengantar tidur semata, melainkan menjadi role model (teladan) nyata yang tertanam dalam perilaku sehari-hari santri Panti Asuhan Amanah.
#KKNRekognisi #UINRadenFatah #PendidikanKarakter #KisahNabi #VisualStorytelling #PengabdianMasyarakat
